DESA Kalibatur

Desa Kalibatur merupakan salah satu Desa diwilayah Kecamatan Kalidawir dan termasuk daerah dataran tinggi dengan suhu kurang lebih 26 derajat celcius, dengan curah hujan rata-rata 2000 mm, Luas desa – + : 15.443.500 M2.

Posisi letak Desa Kalibatur sangat terpencil  sekali dengan jarak ke Kecamatan sekitar 5 Km dan Ke Ibukota Kabupaten sekitar 25 Km tergolong paling jauh sekali ke Ibukota Kabupaten di bandingkan dengan desa lain.

Jumlah penduduk desa Kalibatur sebanyak 7.441 jiwa yang tersebar di 06 Dusun, RW 14 dan, 43 RT Dari jumlah tersebut, terdiri dari laki-laki 3.556 jiwa dan perempuan 3.885 jiwa.

Sejarah

Salah seorng keturunan kerajaan pada jaman dahul, ingin mengembara mengelilingi dunia, khususnya wilayah pulau Jawa. Pada saat itu karena sudah beberapa hari mereka berjalan kaki terlalu lelah mak istirahatlah mereka di bawah pohon KEDAWUNG. Tempat peristirhtn itlah yang menjadikan nama sebuah dusun, karena dibawah pohon kedawung maka jadilah nama dusun DAWUNG.

Kemudian mereka meneruskan perjlanan lagi. Didalam perjalanan mereka belum menemukan satupun rumah seseorang, yang ada hanya gubuk-gubuk kecil tempat orang mengembala ternaknya sambil bercocok tanam. Karena hanya hutan, tempat pengembara yang sangat luas maka jadilah dusun BANARAN. 

Terus berjalan kearah timur, disini keadaannya lebih rawan lagi, tak bertemu dengan seorangpun, sampai kedlarung-dlarung melewati bukit dan jurang. Dengan keberadannya yang kedlarung-dlarung itulah yang menjadikn berdirinya sabuah dusun DARUNGAN. 

Walaupun keadaannya sangat lelah. Namun kelelahan itu menambah semangatnya untuk mengembara. Terus berjalan dan berjalan kearah timur. Kalau tadi melewati bukit dan jurang, tetapi disini yang dilewati banyak sungai atau kali.di sungai atau kali inilah Dia bertemu seseorang. Seseorang inilah dianggapnya sebagai teman /dalam Bahasa Jawa ( batur) . Maka tempat pertemuan inilah yang sampai sekarang disebut KALIBATUR. 

Dilanjutkanlah perjalanannya kearah selatan. Di situ merasa badannya merasa tak enak, terasa perutnya sakit maka berhentilah untuk buang air besar. Karena tempatnya ini jauh dari sungai atau mata air  dia kebingungan untuk membersihkannya, dia putuskan untuk peper/istinjak maka tempat istinjaknya inilah dinamakan papar. Papar sekrang jadilah dusun yang disebut dusun PAPAR. 

Setelah badannya dirasa cukup kuat untuk berjalan, maka perjalananpun dilanjutkan kembali. Terus berjalan kearah selatan. Dilewatilah hutan yang sangat luas dan kuat karena kelebatannya, itulah dinamakan Wonojoyo. Terus keselatan lagi disitu ada pohon-pohon serut yang sangat besar dan rindang enak untuk istirahat. Salah satu tangkainya dirasa nyaman untuk ayunan, maka istirahatlah mereka sambil numpang diatas tungkai sambil mengayunkan badannya. Maka disinilah mereka member  nama TUMPAK SERUT.

Kemudian berjalan lagi kearah selatan sampailah mereka dipantai. Dipantai itu mereka mendapat makanan yang sangat lazat, dan dari pantai itulah mereka banyak didaptkan dan dimanfaatkan sebgai mata pencaharian untuk kehidupan sehari-hari. Karena dianggapnya pantai itu banyak isinya yang sangat bermanfaat isinya maka pantai itu diberi nama pantai sine. Dan penduduknya / warganya banyak yang bertempat tinggal dan mata pencaharian sehari-hari dari situ, maka sekarang berdiri sebuah dusun SINE.

Pada tahun beberapa kemudian ada salah satu warga yang mau memimpin dari beberapa dusun ini yang dinamakan Kepala Desa yang meliputi dari wilayah Rejosari, Banyuurip, Kresikan. Ketepatan tempatnya Kepala Desa itu di dusun kalibatur maka dusun kalibatur inilah diangkat menjadi kerajaan jadilah sekarang dinamakan dusun Krajan. Dan sekarang sudah ramai dan keadaan penduduknya cukup padat untuk Rejosari, Banyuurip, Kresikan sudah terpisah, berdirilah Desa Kalibatur yang membawahi wilayah  6 (enam) Dusun yaitu, Krajan, Darungan, Papar, Banaran, Dawung serta Sine dan sekarang jadilah Desa yang kokoh yang disebut DESA KALIBATUR Walaupun tempatnya di pegunungan terpencil.

Wilayah Desa

0
Dusun
0
Rukun warga
0
Rukun tetangga
Wilayah Dusun
Batas Wilayah

Visi & Misi

Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat yang Relegius Dan Berkeadilan
  1. Mewujudkan masyarakat desa dapat mengenyam pendidikan formal maupun informal;
  2. Mewujudkan kehidupan masyarakat desa yang semakin baik, sehingga memiliki nilai jual terhadap cipta, rasa dan karsanya;
  3. Mewujudkan kehidupan masyarakat desa semakin baik;
  4. Mewujudkan rasa keadilan masyarakat dalam kerangka pelayanan masyarakat yang lebih baik;
  5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa tanpa memandang kepentingan politik, SARA dan antar golongan.

Perangkat Desa

Aparat desa Tulungagung periode 2016-2022

Nama Kades

Kepala Desa

Nama Sekdes

Sekretaris Desa

Ingin tahu statistik desa?

Semua data statistik tentang desa